Satanisme Afrika Selatan: Berburu Darah Manusia

Satanisme Afrika Selatan: Berburu Darah Manusia

Satanisme di Afrika Selatan: Apakah rumor tentang pengorbanan manusia, pornografi anak dan ritual penyembelihan hewan itu benar adanya? Pengorbanan manusia, penyembelihan hewan dan pornografi anak adalah beberapa klaim mengerikan yang dibuat untuk melawan kelompok Satanisme. Sebuah situs online lokal The South African (TSA: www.thesouthafrican.com) berangkat untuk melihat apakah berita-berita seperti yang beberapa headline surat kabar tulis benar adanya, apakah pemuja setan benar-benar bersembunyi di balik semak-semak menunggu untuk menculik anak-anak manusia demi iblis.

Gereja Setan

Satanisme sebenarnya adalah agama legal di Afrika Selatan dan dilindungi oleh Konstitusi, seperti semua agama lainnya. Dan ya, beberapa aliran dalam Satanisme mengatakan bahwa mereka melakukan praktik pengorbanan manusia, tetapi menurut beberapa para pemuja setan lokal juga mengatakan bahwa agama mereka tersebut tidak membenarkan hal ini.

Kedua satanis (penyembah setan) yang berbicara kepada TSA percaya bahwa banyak rumor yang beredar di seputar Satanisme adalah karena “kepanikan” yang di direksi oleh film semacam “The Exorcist”. Tidak ada yang menjual lebih baik daripada rasa takut menjadi berita utama seperti: “Dua remaja Soweto mengakui membunuh gadis-gadis di ‘pembaptisan Setan'”; “Korban ritual satanic berbicara”; dan berita sejenisnya benar-benar telah menarik perhatian masyarakat.

Tetapi mereka yang yang bergabung di Satanisme populer dengan Gereja Setannya yang didirikan pada tahun 1966 oleh Anton LaVey di California, mengatakan bahwa mereka kebanyakan adalah ateis dan bahwa mereka tidak percaya adanya Tuhan, dewa, setan, iblis, surga, neraka, pengorbanan apapun yang bisa membuat marah kaum beragama.

Seorang satanis aliran LaVeyan Afrika Selatan yang bernama John, bekerja di bidang IT, setuju untuk berbicara dengan TSA tanpa ingin menyebut nama. “Jika orang tahu keyakinan agama saya maka itu akan merugikan lingkungan kerja saya,” katanya.

“Awalnya saya adalah penganut Kristen; ketika saya tumbuh [saya] dipaksa untuk itu, dan ketika saya semakin dewasa saya semakin menjauh darinya karena itu benar-benar tidak masuk akal bagi saya, ”kata John kepada TSA.

Adalah seorang teman yang menyarankan agar dia membaca Alkitab Injil Setan LaVey. “Ini semacam membebaskan saya… buku itu benar-benar membantu saya,” katanya. Dia menggambarkan Satanisme LaVeyan sebagai “Sebuah filosofi lebih dari sebuah agama,” dan mengatakan bahwa “pola pikir pemberdayaan diri” adalah jantung dari gerakan.

John mengatakan bahwa keluarganya masih sangat Kristen, tetapi dia mengaku “menjauh dari mereka demi kebaikan diri mereka sendiri.”

Kuil Set

Satanis dari sekte lain, mengatakan LaVeyans, menggunakan istilah Satanic untuk menggambarkan diri mereka demi “glamour, kejutan dan alasan komersial”. Itu adalah tuduhan serupa yang menyebabkan perpecahan dalam Gereja Setan dan pembentukan Kuil Set pada tahun 1975.

Setians (mereka yang menyembah Set) melihat Setan sebagai pribadi yang layak dihormati, tetapi mereka mengatakan bahwa setan mereka bukanlah Setan tradisional seperti dalam versi Alkitab Kristen; Sebaliknya, Setan / Set merupakan figur perang dan kekacauan adalah kekuatan yang powerful yang juga merupakan salah satu dari sejumlah kekuatan kosmis, masing-masing dengan berbagai tingkat kekuatan yang dapat dimanfaatkan oleh orang yang percaya.

Bekerja di lingkungan akademik Afrika Selatan, Frederick adalah seorang imam di Temple of Set (Kuil Set). Dia juga berbicara dengan TSA tanpa menyebut nama. Ritual dan kutukan adalah “pusat” dalam Kuil Set, demikian menurut Frederick, tetapi pengorbanan manusia dan hewan dilarang.

“Sebagai anggota kuil saya tidak pernah menggunakan darah atau pengorbanan apa pun dalam lingkungan ritual apa pun. Sebelum bergabung dengan Kuil, saya melakukan beberapa ritual di mana seseorang menggunakan darahnya sendiri. ‘Kelompok mainstream’ tidak melakukan pengorbanan, bahkan jika mereka harus menggunakan darah dalam pekerjaan mereka, ”katanya.

Satanisme Afrika Selatan: Berburu Darah Manusia

Rumah kuil suci pendeta satanis aliran Set, Frederick yang berbasis di Afrika Selatan.

“Orang-orang yang memotong anggota badan dan mengorbankan bayi dan kucing menciptakan distorsi tentang apa sebenarnya Satanisme, dan mereka sendiri memiliki kesalahpahaman yang lengkap tentang bentuk aslinya. Namun, inilah yang diinginkan publik untuk dipercayai. Begitulah yang digambarkan dalam film, dll.”

“Saya mengakui bahwa itu memang terjadi, jadi akan ada bukti untuk menunjukkan bahwa itu terjadi. Saya tidak membenarkan tindakan kekejaman atau kekerasan apa pun, apakah itu yang ditujukan untuk hewan atau manusia. Jadi, pada dasarnya, saya tidak akan berpartisipasi dalam ritual semacam itu. Pada saat yang sama, saya memang membenarkan konflik, karena sebagai manusia kita memiliki kewajiban untuk melindungi diri kita sendiri. Pikiran adalah senjata yang jauh lebih kuat, ”katanya lagi.

Pengorbanan manusia

Salah satu sekte Setan lainnya yang tampaknya membenarkan pengorbanan manusia dan “pemusnahan manusia” adalah Lilin Society (Masyarakat Lilin), yang didirikan pada tahun 2013 di Amerika Serikat.

Pendiri Lilin Society, Asha’Shedim, menggambarkan Gereja Setan sebagai “plastik” dan mengatakan Lilins tidak mengakui itu atau termasuk juga Kuil Set.

“Pengorbanan manusia dalam Lilin Society memiliki banyak metode. Ada tindakan fisik melalui ritual okultisme, pembunuhan atau kecelakaan yang direncanakan,” menurut tulisan Asha’Shedim, “pengorbanan manusia seharusnya hanya dipraktekkan pada mereka yang merupakan musuh Setan, dan kematian mereka seharusnya bermanfaat bagi Setan.”

Menurut blog Asha’Shedim ini, Lilin Society tidak melihat setan sebagai dewa, tetapi salah satu dari banyak “dewa gelap”. Mereka tidak menyembah Setan karena “tidak ada setan yang akan tunduk pada dewa atau manusia manapun”. Sebaliknya, Lilins memiliki “apresiasi yang mendalam terhadap entitas acausal yang dikenal sebagai dewa atau setan. Mereka adalah sesuatu yang kita cita-citakan untuk menjadi seperti itu di suatu hari.”

Selain pengorbanan manusia, Setan dan kekuatannya juga bisa dirasakan melalui “sihir” dan “menjalani hidup yang jahat”, tutup Asha Shedim.

Leave a Reply